POLSEK KUBU AMANKAN RITUAL BAKAR TONGKANG DI KELENTENG TING HAI KING, KEHADIRAN POLRI BERIKAN RASA AMAN DAN KONDUSIF  

 



KABARBERITAINDONESIA.COM

Kuba - Personil Polsek Kubu, Polres Rokan Hilir, menggelar pengamanan ketat dalam pelaksanaan kegiatan Sembahyang Tahunan sekaligus Ritual Bakar Tongkang yang berlangsung di Kelenteng Ting Hai King, Kepulauan Pulau Halang Muka, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir. Kegiatan adat dan keagamaan ini dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 04 Juni 2026, mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai sekira pukul 17.50 WIB.




Pemimpin pelaksana langsung di lapangan adalah Kapolsek Kubu, AKP Rudi Artono Sitinjak, S.H., yang didampingi oleh 9 personil Polsek Kubu serta 1 personil dari unsur TNI. Kehadiran aparat keamanan ini bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar, aman, dan tertib, sekaligus mempererat sinergitas antara kepolisian, TNI, dan masyarakat.

 

Acara Sembahyang Tahunan Ritual Bakar Tongkang ini dihadiri oleh tokoh masyarakat Tionghoa Pulau Halang, di antaranya Bapak Sugianto (akrab disapa Raja Baut), pengurus Kelenteng Ting Hai King, serta ratusan warga masyarakat etnis Tionghoa yang datang tidak hanya dari wilayah Rokan Hilir, namun juga dari berbagai daerah dalam maupun luar kota. Tercatat sekitar 500 orang memadati lokasi untuk mengikuti serangkaian acara sakral ini.

 

Rangkaian kegiatan dimulai dengan ibadah dan doa bersama di halaman Kelenteng Ting Hai King, dilanjutkan dengan penampilan hiburan musik yang menampilkan seniman dan artis etnis Tionghoa dari dalam maupun luar negeri. Puncak acara yang paling ditunggu adalah prosesi adat mengarak miniatur kapal tongkang dari halaman kelenteng menuju lokasi pembakaran di Jalan Utama Kepulauan Pulau Halang Muka. Prosesi ini ditutup dengan ritual sakral pembakaran miniatur kapal tongkang sebagai wujud penghormatan dan doa leluhur.

 

Kapolsek Kubu, AKP Rudi Artono Sitinjak, S.H., menjelaskan bahwa pengamanan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. "Tujuan utama kami adalah memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang melaksanakan ibadah dan tradisi leluhurnya. Selain itu, kegiatan ini juga sarana untuk membangun komunikasi, kemitraan, dan mempererat tali persaudaraan antarwarga serta aparat keamanan, demi menjaga stabilitas Kamtibmas dan mencegah potensi konflik sosial di wilayah Kecamatan Kubu Babussalam," ungkapnya.

 

Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, mulai dari ibadah, pertunjukan seni, hingga prosesi pembakaran tongkang, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan sangat kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan keamanan maupun ketertiban yang berarti.


(Rozzi)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama