Bahas Penabalan Tokoh Melayu, Pemangku Adat Tiga Kecamatan Datangi Balai Adat Empat Suku Kenegerian Kubu.



KABARBERITAINDONESIA.COM

ROKAN HILIR – Keluarga besar pemangku adat Melayu, tokoh masyarakat Melayu, serta pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) dari tiga kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, yakni Kecamatan Bagan Sinembah, Kecamatan Bagan Sinembah Raya, dan Kecamatan Balai Jaya, melakukan kunjungan silaturahmi ke Balai Adat Empat Suku Kenegerian Kubu yang berlokasi di Kepenghuluan Rantau Panjang Kiri, Kecamatan Kubu Babussalam, Kamis (4/6/2026).



Kedatangan rombongan disambut hangat oleh para kepala suku, pemangku adat, dan tokoh adat yang tergabung dalam Empat Suku Kenegerian Kubu, yakni Suku Rao, Suku Haru, Suku Hamba Raja, dan Suku Bebas. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban, kekeluargaan, serta semangat mempererat hubungan adat dan budaya Melayu.


Sebagai bentuk penghormatan terhadap adat istiadat Melayu, rombongan terlebih dahulu melaksanakan prosesi menyorong tepak sirih, sebuah tradisi yang sarat makna penghormatan, persaudaraan, dan penguatan tali silaturahmi. Tepak sirih tersebut diterima oleh Kepala Suku Hamba Raja Kenegerian Kubu, KH. H. Widiarto Kamalul Matwafa, yang mewakili para pemangku adat Empat Suku Kenegerian Kubu.


Kunjungan tersebut bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus meminta pandangan dan pertimbangan adat terkait rencana penabalan H. Fuad sebagai tokoh Melayu yang dituakan di wilayah Kecamatan Bagan Sinembah, Kecamatan Bagan Sinembah Raya, dan Kecamatan Balai Jaya. Sosok yang dituakan tersebut diharapkan dapat menjadi pengayom, pemersatu, serta tempat bermusyawarah bagi masyarakat Melayu di tiga kecamatan tersebut.


Sebelum berkunjung ke Balai Adat Empat Suku Kenegerian Kubu, rombongan diketahui telah terlebih dahulu bersilaturahmi dengan pengurus Lembaga Adat Melayu Riau di Pekanbaru. Dalam pertemuan tersebut, pihak LAM Riau menyarankan agar rombongan meminta pandangan dan masukan dari Empat Suku Kenegerian Kubu sebagai pemangku adat yang memiliki keterkaitan sejarah dan kultural dengan wilayah yang dimaksud.


Di sela-sela acara, tokoh adat Kenegerian Kubu, Zuhaifi, ST, turut memberikan gambaran serta penjelasan mengenai sistem dan mekanisme adat yang berkaitan dengan rencana penabalan H. Fuad sebagai tokoh Melayu yang dituakan di tiga kecamatan tersebut. Ia juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan adat serta memiliki pemahaman yang mendalam mengenai sejarah Melayu, khususnya di Kenegerian Kubu.


Sementara itu, Kepala Suku Bebas Kenegerian Kubu, Datuk Makmur, berharap agar seluruh elemen masyarakat Melayu dapat terus menjaga persatuan dan saling mendukung berbagai program yang akan dijalankan ke depan.


“Kita berharap ke depan seluruh masyarakat Melayu tetap bersatu, saling mendukung, serta bersama-sama menjaga dan membesarkan marwah adat Melayu,” ujarnya.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Suku Hamba Raja Kenegerian Kubu, KH. H. Widiarto Kamalul Matwafa, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para tokoh Melayu, pemangku adat, serta pengurus LAM dari tiga kecamatan yang telah berkenan hadir dan bersilaturahmi ke Balai Adat Empat Suku Kenegerian Kubu. Ucapan khusus juga disampaikan kepada H. Fuad yang turut hadir bersama rombongan.


Ia menegaskan bahwa Kecamatan Bagan Sinembah, Kecamatan Bagan Sinembah Raya, dan Kecamatan Balai Jaya memiliki hubungan sejarah yang erat dengan Kecamatan Kubu, mengingat ketiga wilayah tersebut merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Kubu pada masa lalu.


“Melalui silaturahmi ini, kita berharap dapat terus memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Melayu. Wilayah-wilayah yang dahulu berada dalam satu kesatuan Kenegerian Kubu hendaknya tetap terhubung dalam ikatan persaudaraan, saling mengenal, saling mendukung, saling membesarkan, dan saling menyokong,” ujarnya.


Menurutnya, hubungan kekeluargaan dan adat yang terus terjaga akan menjadi modal penting bagi generasi penerus dalam mempertahankan marwah Melayu serta memperkuat eksistensi Kenegerian Kubu di masa mendatang.


Silaturahmi tersebut diakhiri dengan sesi diskusi dan tukar pandangan mengenai pelestarian adat Melayu, penguatan kelembagaan adat, serta pentingnya menjaga hubungan harmonis antarsesama anak negeri yang memiliki akar sejarah dan budaya yang sama. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mempererat persaudaraan serta memperkuat sinergi antara tokoh adat Melayu di wilayah kenegerian kubu.


(Rozzi)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama