KABARBERITAINDONESIA.COM
Kubu, Riau, Sabtu 9 Mei 2026 — Masa kecil anak-anak di wilayah Kubu, Riau pada era 1980-an menyimpan banyak kenangan yang hingga kini masih membekas di hati masyarakat. Di tengah keterbatasan teknologi pada masa itu, anak-anak tumbuh dengan kehidupan sederhana, dekat dengan alam, serta menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan adat Melayu.
Berbagai permainan tradisional menjadi bagian dari keseharian mereka. Anak-anak saat itu lebih sering menghabiskan waktu bermain di lapangan, halaman rumah, maupun tepian sungai bersama teman sebaya.
Permainan seperti gasing, layang-layang, congkak, galah panjang, kelereng hingga petak umpet menjadi hiburan yang sangat digemari. Suasana kampung yang masih asri dan aman membuat anak-anak bebas bermain hingga sore bahkan malam hari saat bulan terang.
Selain bermain, kehidupan anak-anak tempo dulu juga tidak lepas dari aktivitas membantu orang tua. Sebagian ikut ke kebun kelapa, membantu mengambil kayu bakar, menjaga adik, hingga belajar mencari ikan di sungai dan parit.
Sungai pada masa itu menjadi pusat aktivitas masyarakat. Banyak anak-anak belajar berenang sejak kecil, memancing, memasang lukah, hingga menangkap ikan dan udang bersama keluarga.
Di bidang pendidikan agama, anak-anak era tersebut juga dikenal dekat dengan surau dan rumah guru mengaji. Selepas Magrib, mereka berbondong-bondong membawa Al-Qur’an atau Iqra untuk belajar mengaji di bawah penerangan lampu minyak atau lampu teplok.
Budaya gotong royong dan rasa hormat kepada orang tua juga sangat kuat tertanam dalam kehidupan masyarakat saat itu. Anak-anak diajarkan sopan santun, adat Melayu, serta pentingnya menjaga nama baik keluarga dan kampung.
Tokoh masyarakat setempat menilai, kenangan masa kecil anak-anak Kubu era 80_an merupakan bagian dari sejarah sosial masyarakat yang patut dijaga dan dikenang sebagai warisan budaya daerah.
Kini, di tengah perkembangan zaman dan teknologi digital, banyak masyarakat berharap nilai kebersamaan, kesederhanaan, serta adat Melayu yang tumbuh pada masa itu tetap dapat diwariskan kepada generasi muda.
“Masa kecil anak-anak Kubu tempo dulu menjadi bagian dari sejarah sosial masyarakat Melayu yang penuh nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap adat istiadat.”
(Red)

Posting Komentar