KABARBERITAINDONESIA.COM
Rokan Hilir, Riau, 23 Mei 2026 — Himpunan Pemuda Mahasiswa Melayu (HPMM) Rokan Hilir melaksanakan kegiatan silaturahmi bersama Pemangku Adat Suku Melayu Hamba Raja Kenegerian Kubu, KH. H. Widiarto Kamalul Matwafa, di Balai Adat Suku Melayu Hamba Raja Kenegerian Kubu, Rantau Panjang Kiri, Kecamatan Kubu Babussalam.
Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dengan dihadiri sejumlah tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemuda Melayu. Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas berbagai persoalan strategis masyarakat, mulai dari persoalan tapal batas wilayah Kenegerian Kubu, pelestarian adat dan budaya Melayu, hingga penguatan persatuan masyarakat Melayu di Kabupaten Rokan Hilir.
KH. H. Widiarto Kamalul Matwafa menyambut baik serta memberikan apresiasi atas kunjungan silaturahmi yang dilakukan HPMM Rokan Hilir ke balai adat.
Menurut beliau, kehadiran generasi muda Melayu di balai adat menjadi bukti bahwa nilai-nilai adat dan budaya Melayu masih dijaga dan mendapat perhatian dari kalangan pemuda serta mahasiswa.
“Kami merasa bangga dan bersyukur karena generasi muda Melayu masih memiliki semangat untuk menjaga adat, budaya, dan marwah Melayu. Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk mempererat hubungan dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat,” ujar KH. H. Widiarto Kamalul Matwafa.
Beliau juga berharap HPMM dapat terus menjadi wadah pemersatu pemuda Melayu serta mampu berperan aktif dalam menjaga warisan budaya, menyuarakan kepentingan masyarakat, dan menjadi generasi penerus yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai adat dan kearifan lokal.
Sementara itu, HPMM Rokan Hilir menegaskan komitmennya untuk terus menjalin sinergi bersama para pemangku adat Melayu dalam menjaga marwah budaya serta memperkuat peran generasi muda di tengah masyarakat.
“Kami siap menerima petuah, tunjuk ajar, dan arahan dari para pemangku adat Melayu. HPMM akan terus bersinergi menjaga adat, budaya, dan persatuan masyarakat Melayu di Kabupaten Rokan Hilir,” ujar perwakilan HPMM.
Silaturahmi tersebut diharapkan menjadi langkah positif dalam mempererat hubungan antara generasi muda dan pemangku adat, sekaligus menjaga eksistensi adat dan budaya Melayu agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
(Rozzi)

Posting Komentar