KABARBERITAINDONESIA.COM
Banyumas - Sebanyak 452 anggota Pramuka Pangkalan SD NU Master Sokaraja melakukan kegiatan berbagi bertajuk "Indahnya Berbagi di Bulan Ramadhan" pada Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini menyasar kaum fakir miskin dan yatim piatu yang tersebar di 18 desa di wilayah Kecamatan Sokaraja serta warga di lingkungan sekitar sekolah.
Kepala Sekolah selaku Ketua Mabigus SD NU Master Sokaraja, Dani Sistriani, S.Pd., M.Pd mengatakan kegiatan ini merupakan puncak dari pengumpulan zakat, infak, dan sedekah yang dilakukan oleh seluruh siswa-siswi selama bulan Ramadan. Mereka berhasil mengumpulkan Zakat Fitrah sebanyak 1.341 kg beras dan Paket Sembako Terkumpul Senilai Rp30.225.000,- serta Infak Jumat Siswa sebesar Rp23.657.000,-.
"Total pengumpulan Zakat Infaq dan Sodaqoh keseluruhan mencapai Rp.53.883.000,-. Seluruh perolehan tersebut ditasyarufkan (didistribusikan) dalam bentuk 625 paket sembako. Untuk memastikan manfaatnya terasa secara merata, panitia membagikan rata sebanyak 30 paket sembako untuk tiap desa di Kecamatan Sokaraja, sementara sisanya disalurkan bagi warga sekitar sekolah yang membutuhkan," kayanya.
Dani Sistriani, S.Pd menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan media pembelajaran karakter yang nyata bagi para siswa.
"Kegiatan di Bulan Ramadhan adalah laboratorium kehidupan bagi siswa kami, dalam Pramuka kami mengintegrasikan nilai Tri Satya, khususnya point menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat. Selain itu juga menerapkan nilai Dasa Dharma, yakni cinta alam dan kasih sayang sesama manusia serta point rela menlong dan tabah. Dengan terjun langsung ke 18 desa, anggota pramuka SD NU Master Sokaraja belajar untuk bermanfaat bagi masyarakat " tegasnya.
Distribusi bantuan dilakukan dengan melibatkan perwakilan yayasan, guru, siswa dan wali murid untuk terjun langsung ke lapangan. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa syukur serta mempererat tali silaturahmi antara sekolah dengan masyarakat luas di Kecamatan Sokaraja.
"Kegiatan ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dan nilai-nilai religius dapat ditanamkan sejak dini melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat," pungkas Dani.
(Warto)

Posting Komentar