Ngaliwet Bareng di Kebun, Wujudkan Kebersamaan dan Lestarikan Budaya Sunda


KABARBERITAINDONESIA.COM

Bogor, 3 Mei 2026 — Kebersamaan dan semangat melestarikan budaya lokal kembali terasa hangat dalam kegiatan ngaliwet bareng yang digelar di Kebun Kampung Duren RW 06, Desa Ciomas, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, pada Minggu (3/5) siang.



Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini diikuti oleh warga serta para pemuda setempat dengan penuh antusias. Berlokasi di area kebun yang asri dan sejuk, kegiatan ini menghadirkan suasana alami yang memperkuat nuansa kekeluargaan. Para peserta tampak duduk melingkar, menikmati hidangan khas Sunda yang disajikan sederhana di atas daun pisang—sebuah simbol kekompakan dan kebersamaan yang sudah mengakar dalam tradisi masyarakat.


Ngaliwet sendiri merupakan tradisi makan bersama khas Sunda yang tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan konsumsi, tetapi juga memiliki nilai filosofis mendalam. Tradisi ini mencerminkan rasa syukur, kebersamaan, serta mempererat hubungan sosial antar individu dalam komunitas.


Dalam kesempatan tersebut, Robi Noverman selaku narasumber menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar makan bersama.


“Kegiatan ngaliwet ini bukan hanya untuk makan bersama, tapi menjadi sarana mempererat silaturahmi antar warga dan teman-teman. Di tengah kesibukan dan perkembangan zaman, kita perlu ruang untuk kembali berkumpul, saling mengenal lebih dekat, dan menjaga kekompakan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya lokal agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.


“Budaya ngaliwet adalah bagian dari identitas kita sebagai masyarakat Sunda. Tradisi ini mengajarkan kebersamaan, kesederhanaan, dan rasa syukur. Kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi? Maka kegiatan seperti ini harus terus dijaga dan dilanjutkan, terutama untuk generasi muda.”


Selain itu, Robi berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menjaga nilai-nilai kebudayaan.


“Harapannya, kegiatan sederhana seperti ini bisa terus dilakukan secara rutin, bukan hanya di sini tapi juga di tempat lain. Karena dari hal kecil seperti ini, kita bisa membangun kebersamaan yang kuat dan menjaga nilai-nilai budaya kita tetap hidup.”


Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan keakraban. Tawa dan canda mewarnai jalannya acara, yang kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan yang terjalin erat di antara para peserta.


Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya menikmati kebersamaan, tetapi juga ikut berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan budaya Sunda agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.


(Usman Arrapli)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama