KABARBERITAINDONESIA.COM
Bogor – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor dan sekitarnya mengakibatkan bencana banjir dan longsor di sejumlah desa. Salah satu wilayah terdampak cukup parah terjadi di Desa Ciomas, di mana beberapa titik mengalami kerusakan infrastruktur yang memicu kekhawatiran warga.
Di Kampung setempat, longsor terjadi pada Tembok Penahan Tanah (TPT) di wilayah RT 06/RW 05. Material tanah yang ambrol pada malam hari dilaporkan terus melebar, sehingga meningkatkan risiko longsor susulan. Kondisi ini membuat warga sekitar merasa cemas, terutama saat hujan kembali turun.
Selain itu, kerusakan juga terjadi pada turap di wilayah RT 01/RW 05. Dua rumah warga yang berada di sekitar lokasi terdampak kini dalam kondisi rawan karena struktur penahan tanah sudah tidak mampu menopang beban. Demi keselamatan, warga yang menghuni rumah tersebut diminta untuk mengosongkan sementara tempat tinggal mereka guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Tak hanya itu, satu unit rumah di RT 01/RW 05 juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terdampak longsor. Warga setempat berharap adanya penanganan cepat dari pemerintah agar kerusakan tidak semakin meluas.
Salah seorang warga yang terdampak longsor TPT, Pada Selasa 5 Mei 2026. mengungkapkan kekhawatirannya dan berharap pemerintah segera turun tangan.
“Kami sangat berharap tanggul ini segera diperbaiki, karena kalau dibiarkan bisa membahayakan lebih banyak rumah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ciomas, H. Jaja Ghozali, SH, mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan yang masih tinggi. Ia juga memastikan bahwa pemerintah desa akan berupaya maksimal untuk melakukan penanganan dan perbaikan infrastruktur yang rusak.
“Kami mengimbau warga untuk selalu berhati-hati, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor. Pemerintah desa akan segera mengupayakan langkah-langkah perbaikan agar kondisi kembali aman,” ungkapnya.
Hingga saat ini, warga bersama aparat setempat terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan
(Herman jampang)


Posting Komentar