KABARBERITAINDONESIA.COM
Bogor - PNGKB (Persatuan Nyukcruk Galur Karuhun Bogor) berawal dari sebuah paguyuban yang kemudian berkembang menjadi sebuah persatuan. Organisasi ini dipelopori oleh Abah Herman dengan pendamping setia Ambu Amsah.
Pada tahun 2018, Abah Herman membentuk WAG (WhatsApp Group) Karuhun sebagai sarana untuk mengingatkan pentingnya mengenal dan menghormati leluhur. Namun, karena belum berjalan secara optimal, serta adanya pengalaman spiritual berupa mimpi bertemu sosok pendekar yang menyampaikan pesan tentang “nyukcruk karuhun”, maka nama grup tersebut diubah menjadi Nyukcruk Galur Karuhun. Seiring waktu, keanggotaan pun berkembang hingga meluas ke luar wilayah Bogor.
Memasuki bulan September 2019, dibentuklah kepengurusan (KSB) di wilayah Sindang Barang, Ciomas. Sebagai pendiri, Abah Herman tidak bersedia menjabat sebagai ketua, dan menyerahkan kepemimpinan melalui musyawarah. Pada fase ini, nama organisasi resmi menjadi Paguyuban Nyukcruk Galur Karuhun Bogor.
Tanggal 22 Agustus 2020 menjadi momen penting dengan dilaksanakannya deklarasi di Kampung Cibalay. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan oleh Abah Herman sebagai hari jadi atau Milangkala PNGKB.
Dalam perjalanannya, PNGKB sempat mengalami dinamika berupa perpecahan menjadi dua kubu. Meski demikian, Abah Herman tetap berupaya menata kembali organisasi dengan dukungan anggota yang setia. Sebagai langkah antisipasi dan penguatan, juga dibentuk wadah Ikatan Sunda Nusantara.
Selanjutnya, atas inisiatif Abah Herman untuk memberikan legalitas hukum, dilakukan pembuatan akta pendirian organisasi. Namun, nama “paguyuban” sempat ditolak oleh Kementerian Hukum dan HAM. Setelah melalui berbagai pertimbangan dan diskusi, akhirnya ditetapkan nama resmi:
PERSATUAN NYUKCRUK GALUR KARUHUN BOGOR (PNGKB)
dengan diterbitkannya SK resmi dari Kemenkumham.
Sejak saat itu, PNGKB terus berjalan dan berkembang dengan semangat baru. Organisasi ini tetap eksis hingga sekarang, dengan berbagai pembaruan, termasuk perubahan pada logo dan bendera yang dirintis serta diperbarui oleh Abah Herman.
(Herman Jampang)


Posting Komentar