KABARBERITAINDONESIA.COM
Banyumas - Di tengah gemuruh semangat Harlah ke-40, Madrasah Al-Ittihad 2 Pasir Lor, Karanglewas, Banyumas, menghadirkan harmoni antara seni, pendidikan, dan dakwah. Festival hadroh, pagelaran wayang kulit, hingga lomba kreatif menjadi panggung kebangkitan generasi.
Festival hadroh menjadi magnet yang menyatukan energi religi dan kreativitas. Penyelenggaraan yang rapi dan profesional mendapat apresiasi luas dari peserta.
Salah satu testimoni menyatakan tegas, “Festival hadroh ini sangat memuaskan. Panitia cekatan, pelayanan ramah, panggung nyaman, dan sound system berkualitas. Ini bukan hanya meriah, tetapi pengalaman berharga dan media efektif mengenalkan madrasah,” ungkapnya.
Pagelaran wayang kulit menghadirkan nilai budaya yang mendalam. Juli Krisdianto, S.E., menegaskan maknanya. “Ini bukti komitmen menjaga budaya sekaligus membentuk generasi berkarakter melalui pendidikan yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Ki Dalang Gandhik Wayah Soegino menyebut kegiatan ini spektakuler. “Wayang menjadi jalan menjaga budaya dan menanamkan nilai agama bagi generasi muda,” tegasnya.
Di sisi lain, lomba mewarnai dan tumpeng menjadi ruang tumbuh bagi generasi sejak dini. Dewan juri menilai kegiatan ini inspiratif dan berdampak. “Ini bukti komitmen madrasah mencetak generasi berkualitas dan cinta Al-Qur’an,” ujarnya.
Guru pendamping pun memberikan masukan konstruktif. “Kegiatan ini luar biasa dan edukatif. Ke depan, durasi perlu disesuaikan agar lebih optimal bagi anak-anak,” tuturnya bijak.
Didukung jalan sehat, penutupan penuh doa, serta semangat kebersamaan, seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi obor yang menyala. Dari Pasir Lor, lahir harapan besar: generasi emas yang tak hanya cerdas, tetapi juga beriman, berbudaya, dan siap melanjutkan estafet perjuangan ulama serta guru di zamannya.
(Kontributor : Warto - YF2DOI//Redaksi)

Posting Komentar