KABARBERITAINDONESIA.COM
Boyolali - Di bawah langit malam yang sarat harap dan doa, pelepasan Kloter 1 jamaah haji Embarkasi Solo di Asrama Haji Donohudan, Selasa (21/04/2026), menjadi momen sakral yang menyatukan ikhtiar lahir dan batin.
Ketua PW IPHI Jawa Tengah, Prof. Dr. KH Imam Taufiq, hadir bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Kakanwil Kemenag Jateng Saiful Mujab, serta sejumlah tokoh nasional dan daerah, mengiringi keberangkatan dengan doa yang menggugah langit.
Dalam suasana haru yang mengalir khidmat, Imam Taufiq menegaskan doanya dengan penuh keyakinan,
“Semoga jamaah haji Indonesia, khususnya Jawa Tengah, selalu dianugerahi bekal ketakwaan dan dimudahkan oleh Allah SWT dalam menjalani ibadah haji, termasuk ziarah ke makam Rasulullah SAW di Madinah.” Kutipan ini menjadi penegasan spiritual bahwa perjalanan haji bukan sekadar fisik, melainkan perjalanan jiwa menuju ridha Ilahi.
Ia juga menyoroti kesiapan penyelenggaraan haji tahun 2026 yang dinilai semakin matang. Dengan nada optimistis namun tetap kritis, ia menyampaikan,
“Kesiapan Kementerian menunjukkan keseriusan dalam beradaptasi dengan dinamika kebijakan haji, ditandai perencanaan matang, koordinasi lintas sektor yang solid, serta peningkatan kualitas layanan jamaah.” Pernyataan itu menegaskan adanya kemajuan signifikan dalam tata kelola haji yang lebih profesional dan humanis.
Lebih lanjut, Imam Taufiq mengapresiasi inovasi layanan seperti program Murur dan Tanazul sebagai solusi strategis mengurai kepadatan di Mina. Ia menegaskan,
“Program ini adalah ikhtiar nyata untuk memastikan jamaah, terutama lansia, tetap nyaman dan terfasilitasi tanpa mengurangi kesempurnaan ibadah.” Penekanan ini menunjukkan bahwa pelayanan haji kini semakin berpihak pada kemaslahatan jamaah.
Namun demikian, ia mengingatkan dengan tegas agar seluruh pihak tidak terlena oleh kesiapan yang ada.
“Dinamika haji itu tidak bisa diprediksi, evaluasi berkelanjutan dan mitigasi risiko harus disiapkan secara matang oleh semua pihak,” ujarnya, menegaskan pentingnya kewaspadaan kolektif demi menjaga kelancaran ibadah suci tersebut.
Di akhir pesannya, Imam Taufiq menyampaikan himbauan penuh kasih kepada para jamaah.
“Jaga kesehatan, kurangi aktivitas yang tidak perlu, dan perbanyak ibadah di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram. Istirahat cukup, terutama bagi jamaah lansia,” pesannya dengan nada tegas namun menyejukkan, sebagai bekal praktis sekaligus spiritual bagi para tamu Allah SWT.
Dengan sinergi yang kian kokoh antara pemerintah, petugas, dan seluruh elemen umat, harapan pun dipanjatkan tinggi.
“Semoga seluruh jamaah kembali ke tanah air dengan selamat, membawa haji yang mabrur dan menjadi cahaya bagi kehidupan sepanjang hayat,” menjadi penutup doa yang tak sekadar terucap, tetapi menggetarkan jiwa dan menyalakan harapan umat.
(Kontributor//Agus F/Djarmanto-YF2DOI//Redaksi)

Posting Komentar