Merangkai Asa di Atas Sungai Cikawung, Jembatan Perintis Garuda Satukan Dua Desa di Wanareja


KABARBERITAINDONESIA.COM

Cilacap – Aliran Sungai Cikawung yang membelah wilayah Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, selama ini menjadi batas alami yang memisahkan aktivitas warga Desa Bantar dan Desa Sidamulyo. Namun pada Selasa (3/3/2026), di Desa Buntu, harapan itu tampak semakin nyata. Di tepian sungai tersebut, pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda terus dikebut, menghadirkan akses baru yang dinantikan masyarakat selama bertahun-tahun.


Prajurit Kodim 0703/Cilacap bersama masyarakat setempat bahu-membahu menyelesaikan pembangunan jembatan yang akan menjadi penghubung vital antara Desa Bantar dan Desa Sidamulyo di Kecamatan Wanareja. Bagi warga, keberadaan jembatan ini bukan sekadar sarana penyeberangan, melainkan jalur utama untuk menjalankan roda kehidupan sehari-hari.


Selama ini, warga harus memutar melalui jalur yang lebih jauh atau menyeberangi sungai dengan cara sederhana yang berisiko, terutama saat debit air meningkat pada musim hujan. Petani yang membawa hasil panen hingga masyarakat yang hendak mengakses layanan kesehatan kerap dihadapkan pada keterbatasan akses.


Kini perubahan mulai terlihat. Hingga Minggu (1/3/2026), progres pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda telah mencapai 83,1 persen. Sejumlah pekerjaan konstruksi menunjukkan perkembangan signifikan, di antaranya pondasi cyclop yang telah rampung 100 persen serta pemasangan baseplate dan angkur-angkur yang juga selesai sepenuhnya. 


Perakitan cakar ayam atau flootplate mencapai 93,30 persen, sementara perakitan tower sling telah menyentuh 72,20 persen.

Di sisi lain, pekerjaan pondasi footplat beton K-350 berada pada capaian 54,45 persen dan pembangunan blok serta kait angin K-350 mencapai 35 persen. Tahapan-tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kekuatan struktur jembatan agar mampu bertahan dalam berbagai kondisi alam.


Sebelumnya di lokasi pembangunan, suasana gotong royong terasa kuat. Dentingan alat kerja berpadu dengan percakapan warga yang penuh optimisme. Setiap kemajuan pembangunan membawa harapan baru—bahwa dalam waktu dekat, perjalanan yang dahulu sulit akan berubah menjadi lebih aman dan efisien.


Jembatan Gantung Perintis Garuda di Sungai Cikawung menjadi simbol hadirnya solusi bagi masyarakat pelosok, memperpendek jarak, membuka akses ekonomi, serta memperkuat konektivitas sosial antarwilayah. Ketika jembatan ini nantinya berdiri sempurna, yang terhubung bukan hanya Desa Bantar dan Sidamulyo, tetapi juga masa depan masyarakat Wanareja yang semakin terbuka dan sejahtera. 


(Sumber : Pendam IV/Diponegoro//warto)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama