HALAL BIHALAL ALUMNI ARRAFI’IYAH 1991/1997 PERKUAT UKHUWAH DAN NILAI KEISLAMAN




 KABARBERITAINDONESIA.COM

Bogor — Keluarga Besar Alumni Arrafi’iyah Angkatan 1991/1997 menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal dalam rangka mempererat tali silaturahmi pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung di wilayah Ciomas, Kabupaten Bogor, pada Minggu (29/3/2026)  Kegiatan tersebut berjalan dengan khidmat, hangat, dan penuh nuansa kekeluargaan.



Dengan mengusung tema “Reset Hati, Upgrade Silaturahmi”, kegiatan ini dihadiri oleh puluhan alumni dari berbagai daerah. Momentum ini menjadi ajang temu kembali yang tidak hanya mempererat hubungan emosional, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan keislaman yang telah tertanam sejak masa pendidikan.



Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tawasul yang dipimpin oleh Ustadz Usman Ar-Rapli, yang juga merupakan bagian dari alumni Arrafi’iyah. Dengan penuh kekhusyukan, tawasul dipanjatkan sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada para guru serta pendahulu. Keterlibatan beliau sebagai alumni sekaligus pemimpin doa menambah makna mendalam terhadap kesinambungan nilai spiritual di lingkungan alumni.


Dalam sambutannya, Ketua Alumni Arrafi’iyah 1991/1997, Robi Noverman, menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal memiliki makna strategis dalam menjaga keberlangsungan silaturahmi di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks.


Ia menekankan bahwa kebersamaan yang terbangun tidak boleh berhenti pada momen seremonial semata, melainkan harus terus dikembangkan menjadi kekuatan sosial yang mampu memberikan manfaat nyata.


Menurutnya, alumni memiliki potensi besar sebagai jaringan yang solid dalam membangun komunikasi, kolaborasi, serta kontribusi positif bagi masyarakat.


“Silaturahmi ini merupakan aset yang sangat berharga. Jika dijaga dengan baik, bukan hanya memperkuat hubungan personal, tetapi juga dapat menjadi kekuatan kolektif yang membawa manfaat lebih luas,” ujarnya.


Sementara itu, Pembina Alumni, Afip, dalam sambutannya menyampaikan pesan yang sarat nilai moral dan spiritual. Ia mengingatkan pentingnya menjaga adab, menghormati guru, serta tidak melupakan akar pendidikan yang telah membentuk karakter para alumni.


Ia menegaskan bahwa keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari capaian materi atau status sosial, tetapi juga dari kualitas akhlak, kemampuan menjaga hubungan baik, serta kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

“Nilai utama dari pendidikan adalah akhlak. Ketika silaturahmi terjaga dan adab tetap dipegang, maka di situlah letak keberkahan hidup,” ungkapnya.


Sebagai bagian inti kegiatan, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Jujun Junaedi, yang juga merupakan alumni Arrafi’iyah yang kini berkiprah sebagai penceramah. Kehadiran beliau tidak hanya sebagai pengisi acara, tetapi juga sebagai representasi nyata keberlanjutan nilai pendidikan yang telah melahirkan pribadi yang berkontribusi di tengah masyarakat.


Dalam tausiyahnya, Ustadz Jujun Junaedi menyampaikan bahwa silaturahmi memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Ia menjelaskan bahwa menjaga hubungan antarsesama tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga bernilai ibadah yang membawa dampak luas, seperti keberkahan rezeki, ketenangan hati, serta kebermanfaatan hidup.


Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momen Halal Bihalal sebagai titik awal dalam membersihkan hati dari segala bentuk kesalahpahaman, prasangka, maupun luka batin, serta menggantinya dengan keikhlasan dan semangat persaudaraan.


“Keikhlasan dalam memaafkan adalah kunci utama dalam memperkuat ukhuwah. Dari situlah lahir ketenangan dan keberkahan dalam kehidupan,” tuturnya.


Suasana haru dan penuh makna terlihat saat sesi Halal Bihalal berlangsung, di mana seluruh peserta saling berjabat tangan dan bermaafan. Momen tersebut menjadi simbol kuatnya ikatan batin yang tetap terjaga di antara para alumni.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dalam suasana penuh keakraban. Selain menjadi ruang interaksi santai, sesi ini juga dimanfaatkan untuk membangun komunikasi serta membahas rencana kegiatan.


(Herman Jampang)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama