KABARBERITAINDONESIA.COM
Riau – Ritual Tolak Bala Atib Koambai yang digelar di Makam Keramat Syech Haji Abdullah Pasai (Datuk Rambai), Kepenghuluan Teluk Nilap, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, kembali berlangsung, Senin (23/3/2026). Tahun ini menandai satu abad pelaksanaan tradisi yang masih bertahan di tengah arus modernisasi.
Sekitar 700 warga dari Kecamatan Kubu Babussalam dan Kecamatan Kubu hadir. Mereka mengikuti rangkaian ritual yang diyakini sebagai ikhtiar menolak bala sekaligus menjaga warisan leluhur.
Acara dimulai pukul 09.30 WIB dengan pembukaan dan doa. Prosesi inti dipimpin Tuan Syech Kalifah Muhammad Zahran melalui pembacaan doa tolak bala.
Namun, bukan sekadar ritual di darat. Usai prosesi di makam, ratusan peserta bergerak menuju Tanjung Pulau menggunakan sekitar 30 kapal pompong. Di sana, doa kembali dipanjatkan, diakhiri makan bersama—simbol kebersamaan yang terus dipertahankan.
Sejumlah pejabat tampak hadir, mulai dari Camat Kubu Babussalam, Camat Kubu, unsur TNI-Polri, hingga perangkat daerah seperti Dishub dan Satpol PP. Kehadiran aparat memastikan kegiatan berlangsung tertib dan aman.
Memasuki usia ke-100 tahun, Atib Koambai tak sekadar seremoni tahunan. Ia menjadi penanda kuat bahwa sebagian masyarakat pesisir Rokan Hilir masih menggantungkan nilai spiritual dan identitas budaya pada tradisi lama—di tengah perubahan zaman yang kian cepat.
(Rozzi)


Posting Komentar