Tradisi Ziarah Makam Warnai Penyambutan Ramadan di Kubu, Rokan Hilir


KUBU, ROKAN HILIR – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat Melayu di Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, melaksanakan tradisi ziarah makam keluarga. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang dilakukan beberapa hari sebelum memasuki 1 Ramadan.



Sejak pagi, warga tampak mendatangi pemakaman umum maupun makam keluarga. Mereka membersihkan area makam, merapikan rumput liar serta menaburkan bunga di pusara orang tua dan sanak saudara yang telah wafat.


Selain itu, masyarakat juga menggelar doa bersama dengan membaca Surah Yasin, tahlil, dan doa arwah. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus memohonkan ampunan bagi keluarga yang telah lebih dahulu berpulang.


Salah seorang tokoh Melayu  Datuk Indra Setia yakni H. Widiarto Kamalul Matwafa menyampaikan bahwa ziarah makam menjelang Ramadan sudah menjadi bagian dari adat dan budaya Melayu yang diwariskan turun-temurun.


“Ini bukan sekadar tradisi, tetapi momentum untuk mengingat kematian, mempererat silaturahmi keluarga, dan membersihkan hati sebelum menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.


Dalam falsafah Melayu dikenal prinsip “Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah”, yang mencerminkan bahwa adat istiadat berjalan seiring dengan ajaran Islam. Tradisi ziarah makam pun menjadi wujud perpaduan nilai budaya dan nilai religius yang masih terjaga hingga kini.


Bagi masyarakat Kubu, kegiatan ini juga menjadi kesempatan berkumpulnya keluarga besar, terutama bagi mereka yang merantau dan pulang kampung menjelang Ramadan. Suasana haru dan khidmat terasa ketika doa-doa dipanjatkan bersama di atas pusara keluarga.


Dengan tradisi ini, masyarakat berharap dapat menyambut bulan suci Ramadan dengan hati yang bersih, penuh keikhlasan, serta semangat meningkatkan kualitas ibadah.



(ROZI)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama