Tanah Asam Hambat Produktivitas Sawit, Petani Perlu Solusi Cepat dan Tepat, GMPS Tawarkan Solusinya



KABARBERITAINDONESIA.COM

Riau – Tingginya tingkat keasaman tanah masih menjadi kendala utama di sejumlah perkebunan kelapa sawit, khususnya di wilayah pesisir dan lahan marginal. Kondisi tanah dengan pH rendah menyebabkan unsur hara serta pupuk NPK sulit diserap tanaman, sehingga pertumbuhan sawit tidak optimal dan berdampak pada penurunan hasil panen.



Selama ini, petani umumnya mengandalkan dolomit untuk menurunkan tingkat keasaman tanah. Namun, metode tersebut membutuhkan waktu relatif lama karena proses reaksinya di dalam tanah dapat mencapai dua hingga tiga bulan. Di sisi lain, tanaman sawit memerlukan asupan nutrisi secara berkelanjutan agar produktivitas tetap terjaga.


Menjawab persoalan tersebut, PT Geo Mulia Perkasa Sejahtera (GMPS) memperkenalkan pH Booster 72, produk perbaikan pH tanah berbasis formulasi asam organik. Produk ini diklaim mampu membantu menetralkan tanah asam dalam waktu singkat sekaligus membebaskan unsur hara dan pupuk NPK yang sebelumnya terikat di dalam tanah.


“Tanah yang terlalu asam menjadi penyebab utama pupuk tidak bekerja maksimal. Dengan perbaikan pH yang lebih cepat, nutrisi dapat kembali tersedia dan diserap oleh akar tanaman,” demikian keterangan GMPS.


Selain menstabilkan pH tanah, pH Booster 72 juga dilengkapi teknologi bakteri pengurai yang berfungsi membantu memperbaiki struktur serta kesuburan tanah secara bertahap. Dengan kondisi tanah yang lebih sehat, tanaman sawit diharapkan mampu tumbuh lebih optimal dan menghasilkan produksi yang lebih baik.


Upaya perbaikan kualitas tanah dinilai penting bagi petani sawit di daerah, terutama dalam menghadapi tantangan lahan dengan tingkat keasaman tinggi. Inovasi di bidang pengelolaan tanah diharapkan dapat menjadi solusi praktis untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lahan pertanian.


(Rozzi)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama