Perumda AM TJM Lakukan Evakuasi dan Rekondisi Kepadatan Galian Tanah



KABARBERITAINDONESIA.COM

Kabupaten Sukabumi, Komitmen Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (TJM) Kabupaten Sukabumi dalam memperluas akses air bersih bagi 60.000 pelanggan terus berjalan di tengah tantangan lapangan, kamis (26/02/2026.


 Proyek pemasangan jaringan pipa dari RS Sekarwangi Cibadak hingga Cikembar yang menjadi bagian dari percepatan distribusi air bersih, sempat diuji insiden terperosoknya sebuah bus angkutan umum di titik bekas galian.


Peristiwa tersebut terjadi di jalur Cibadak–Cikembar yang dikenal sebagai salah satu urat nadi ekonomi dengan volume kendaraan berat cukup tinggi. Beban tonase besar yang melintas diduga menjadi faktor pemicu amblesnya tanah urugan di salah satu titik pekerjaan.


Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri, H. M. Kamaludin Zen, melalui Tenaga Ahli Humas dan Hukum, Kompol (Purn) Sunarya Ishak, menyampaikan permohonan maaf serta keprihatinan atas kejadian tersebut. Ia menegaskan, proyek ini merupakan program vital jangka panjang untuk meningkatkan pelayanan dasar masyarakat.


“Kami memohon maaf kepada kru dan penumpang bus serta masyarakat pengguna jalan. Proyek ini adalah bagian dari upaya besar memperluas layanan air bersih. Namun keselamatan tetap menjadi prioritas,” ujar Sunarya.


Menurutnya, PDAM tidak tinggal diam. Begitu menerima laporan insiden, manajemen langsung menginstruksikan kontraktor pelaksana melakukan evakuasi, penguatan ulang titik galian, serta percepatan proses pemadatan ulang (rekondisi). Evaluasi teknis juga diperluas ke seluruh jalur pengurugan guna memastikan standar keamanan terpenuhi.


Proyek jaringan pipa ini dirancang untuk menjawab kebutuhan puluhan ribu warga Kabupaten Sukabumi yang selama ini belum terlayani optimal. Dengan bertambahnya cakupan distribusi, masyarakat diharapkan mendapatkan akses air bersih yang lebih stabil dan berkelanjutan.


PDAM juga menyatakan akan memperketat pengawasan lapangan, termasuk audit kualitas pengurugan sebelum pelapisan aspal, penambahan rambu peringatan yang lebih mencolok, serta penempatan petugas pengatur lalu lintas di titik rawan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus komitmen terhadap keselamatan publik.


Di tengah dinamika pekerjaan di jalur padat kendaraan, PDAM menilai dukungan dan pemahaman masyarakat sangat penting agar proyek strategis ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat jangka panjang.


“Pembangunan ini bukan hanya proyek fisik, tetapi investasi pelayanan dasar bagi masyarakat Sukabumi. Kami akan terus meningkatkan pengawasan agar prosesnya berjalan aman dan sesuai standar,” pungkasnya.


(Herman Jampang)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama