KABARBERITAINDONESIA.COM
Bogor — Pada tanggal 28 Januari 2026, bertempat di Taman Panghegar Program Kampung Iklim (PROKLIM) RW 09, telah berlangsung kegiatan Eduwisata Tematik Sayuran Berbasis Lingkungan yang diikuti oleh siswa-siswi TKIT Al Muhajirin Taman Pagelaran RW 09, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi sejak dini kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan, khususnya dalam membiasakan memilah sampah, yaitu membedakan sampah organik seperti limbah daun kering dan kulit buah, serta sampah nonorganik seperti botol dan gelas air mineral, kardus, kertas, logam, dan kaca.
Selain itu, para siswa juga mendapatkan edukasi tematik sayuran, mulai dari memindahkan benih dari tray ke polybag, menyiram dan merawat tanaman, hingga panen sayuran bersama. Seluruh rangkaian kegiatan dikemas secara interaktif sehingga anak-anak dapat belajar langsung melalui praktik lapangan.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, rasa ingin tahu yang besar, serta kegembiraan yang terpancar sejak awal hingga akhir acara.
Ketua RW 09 sekaligus Ketua PROKLIM RW 09 Kelurahan Padasuka, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, menyampaikan harapannya agar edukasi seperti ini dapat diterapkan secara berkelanjutan kepada seluruh peserta didik, baik di tingkat TK, SD, SMP, maupun SMA. Menurutnya, edukasi pilah sampah sejak dari rumah sebagai hilir dapat membantu mengurangi beban sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Semoga kegiatan hari ini dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi pembelajaran berkelanjutan dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pengurangan sampah melalui kebiasaan memilah sampah dari rumah masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Ibu Dian selaku guru TKIT Al Muhajirin mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini. Menurutnya, melalui praktik langsung seperti memilah sampah dan menanam sayuran, anak-anak lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mencintai alam.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, karena anak-anak belajar tidak hanya melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang menyenangkan. Semoga kebiasaan baik ini dapat mereka terapkan di rumah masing-masing,” kata Ibu Dian.
Lebih lanjut, edukasi tematik sayuran juga dimaksudkan sebagai pengenalan dini kepada anak-anak untuk menanam sayuran sendiri serta menumbuhkan minat mengonsumsi sayuran yang dimasak di rumah dengan kandungan nutrisi yang tinggi, sehingga mendukung pola hidup sehat sejak usia dini.
(Herman jampang)


Posting Komentar