KABARBERITAINDONESIA.COM
Ciomas – Bertempat di halaman Kantor Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 12 Desember 2025, telah dilaksanakan Upacara Hari Pencak Silat Ke-6 sebagai bentuk peringatan ditetapkannya pencak silat oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Milik Indonesia.
Acara berlangsung meriah dan penuh antusias. Acara semakin semarak dengan penampilan para pesilat berbakat dari Kecamatan Ciomas yang memperagakan berbagai jurus dan atraksi pencak silat, sehingga menarik perhatian seluruh tamu undangan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Muspika Ciomas, para kepala desa dan lurah Se-Kecamatan Ciomas, Wakil Ketua umum IPSI Kabupaten Bogor, seluruh perguruan pencak silat di wilayah Kecamatan Ciomas, para pelajar, serta berbagai tamu undangan.
Camat Ciomas, Drs. Tirta Juarta, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Pencak Silat Ke-6 bukan sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat jati diri budaya bangsa. Ia menegaskan bahwa pengakuan UNESCO terhadap pencak silat adalah sebuah kebanggaan besar sekaligus tanggung jawab bersama untuk terus melestarikannya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para perguruan pencak silat di Ciomas atas kontribusinya dalam membina generasi muda melalui nilai-nilai kedisiplinan, sportivitas, dan persatuan. Camat berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun dan menjadi wadah bagi para pendekar muda untuk berkembang dan berprestasi.
Di kesempatan yang sama, M.Syahrudin, selaku Ketua Perguruan Pencak Silat Gelanggang putra Si Macam Tutul Bogor, turut menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pencak silat bukan hanya bela diri, tetapi juga sarana pembentukan karakter yang mengajarkan etika, moral, dan filosofi kehidupan.
Ia berharap peringatan tahunan ini dapat menjadi motivasi bagi para pelajar dan pemuda di Ciomas untuk lebih mencintai, mempelajari, dan melestarikan pencak silat sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan pencak silat tetap menjadi kebanggaan daerah sekaligus warisan budaya yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
(Reporter Herman jampang)


Posting Komentar