Jalinan Kasih dalam Kesederhanaan, Muhammad Irwandi dan Siti Nurmah Resmi Menikah



KABARBERITAINDONESIA.COM

Bogor - Di bawah suasana syahdu Kampung Ciherang Kaum, Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, sebuah kisah cinta sederhana namun penuh makna resmi berlabuh di pelaminan. Pada Minggu, 28 Desember 2025.



 Muhammad Irwandi, putra kedelapan dari pasangan Bapak Suwarta dan Ibu Umiyati, mempersunting pujaan hatinya, Siti Nurmah, putri kedua dari almarhum Bapak Zaenudin dan Ibu Warsih.

Akad nikah dan resepsi pernikahan dilangsungkan di kediaman mempelai wanita, Kampung Ciherang Kaum RT 03 RW 11, Kecamatan Dramaga. Prosesi berlangsung khidmat dengan balutan adat Sunda yang sederhana, namun sarat nilai budaya dan kekeluargaan.



Rangkaian acara diawali dengan kedatangan rombongan keluarga mempelai pria dari Ciomas, Kabupaten Bogor. Tradisi serah terima pengantin pria berlangsung penuh haru. Ustadz Samsudin, S.Ag., selaku paman sekaligus perwakilan keluarga mempelai pria, menyampaikan sambutan penyerahan dengan penuh makna.


“Hari ini kami titipkan putra kami untuk menjadi nakhoda bagi putri Bapak dan Ibu. Kami serahkan Irwandi untuk dinikahkan dan dibimbing dalam membina mahligai rumah tangga.



Sambutan tersebut diterima langsung oleh perwakilan keluarga mempelai wanita dan disambut hangat oleh para hadirin. Suasana semakin mengharukan saat Ibu Umiyati menyerahkan hantaran secara simbolis kepada Ibu Warsih, menandai terjalinnya ikatan kekeluargaan baru antara dua keluarga besar.



Prosesi akad nikah dipimpin oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dramaga. Bertindak sebagai wali nikah adalah kakak kandung Siti Nurmah, menggantikan almarhum ayahanda. Dengan lantang dan mantap, Muhammad Irwandi mengucapkan ijab kabul. Mahar berupa uang tunai sebesar Rp200.000 menjadi saksi sahnya ikatan pernikahan tersebut.



Usai akad, prosesi sungkeman menjadi momen paling emosional. Kedua mempelai bersimpuh di hadapan orang tua untuk memohon doa restu. Tangis haru pecah saat mereka mencium tangan orang tua sebagai simbol bakti dan awal kehidupan baru.

Kemeriahan kembali terasa dalam prosesi sawer panganten, di mana taburan koin, beras, dan permen sebagai simbol kemakmuran dan kebahagiaan dibagikan kepada para tamu, menciptakan suasana penuh keceriaan dan kebersamaan.

Resepsi pernikahan berlangsung sederhana namun hangat. Tanpa kemewahan berlebih, acara justru terasa istimewa karena kuatnya nilai kebersamaan dan ketulusan. Para tamu undangan, kerabat, dan masyarakat sekitar turut menyampaikan doa agar pasangan Irwandi dan Siti Nurmah dapat membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.



Kesederhanaan yang terpatri dalam pernikahan ini menjadi bukti bahwa makna sejati sebuah ikatan suci terletak pada keikhlasan janji, restu orang tua, serta kebersamaan yang terjalin di antara dua keluarga.


(Reporter Herman jampang)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama